Iklan

Iklan
Home » » Anggota Panwaslu Putar Balik Bisnis Akik

Anggota Panwaslu Putar Balik Bisnis Akik

Written By Boga Wisata Tradisi Nusantara on Tuesday, May 26, 2015 | 5:11 AM


Pacitan – Demam batu akik yang sudah hampir setahun lebih terus menghangat, bukan hanya menyasar dikalangan masyarakat awam. Namun ?sejumlah praktisi, kalangan profesional, pengusaha, pejabat dan juga personil lembaga pengawas pemilu (Panwaslu) juga tergiur dengan batu akik yang memiliki pendaran warna sangat memukau. Fenomena itulah yang saat ini tengah dialami Samsul Arifin, salah seorang Komisioner Panwaslu Kabupaten Pacitan. Kecintaannya dengan bebatuan akik asli Pacitan, membuat mantan pegiat LSM tersebut, rela menghabiskan waktunya untuk menyulap bongkahan batu, menjadi sebuah batu akik dengan pendaran warna sangat menarik dan pas untuk dikenakan sebagai cincin ataupun liontin.

Sudah sekian waktu, sejak boming batu akik menggema di seantero Nusantara, Samsul, ikut berkecimpung di dunia lain yang tak ada keterkaitannya dengan profesinya sebagai anggota Panwaslu. Meski terbilang awam, namun bapak dua anak ini, terus belajar dan mencoba mengintip keindahan bebatuan akik yang konon bisa mendulang pendapatan hingga miliaran rupiah tersebut. “Awalnya, hanya coba-coba. Tapi dengan coba-coba itulah, muncul rasa suka dan terus berlanjut hingga sekarang ini,” katanya, saat ditemui di kediamannya di seputaran lapangan sepak bola, Manggala Sakti, Kelurahan Baleharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Minggu (24/5) sore.

Samsul yang sudah dua periode ini lolos seleksi sebagai anggota Panwaslu Kabupaten itu mengungkapkan, semula ia hanya mencoba membeli satu batu akik jenis kalsidon. Batu akik tersebut selalu dikenakan di jari manisnya, dan menjadi teman setia dalam menjalani aktivitasnya sebagai Panwaslu. Hampir setiap waktu, ia mengaku selalu memandangi cincin akiknya tersebut yang diklaim ada guratan serat (inklusi) begitu indah. Lantaran kepincut dengan keindahan pendaran warna batu akik miliknya, Samsul akhirnya berusaha menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk membeli batu akik lainnya. ?Hari, minggu dan bulan terus berganti. Koleksi bebatuan akiknya juga terus bertambah. Beragam jenis dan corak warna bebatuan, terutama kalsidon berhasil ia dapatkan sebagai koleksi pribadi. Namun hal tersebut tak membuatnya puas. Samsul terus berusaha mencari dan mencari bebatuan lain yang belum dimilikinya. Hingga akhirnya, ia berubah pikiran. Dari sekedar mengoleksi, akhirnya terbesit harapan untuk mencoba melakukan anjak komersial dengan bebatuan yang sudah berada dalam genggamannya itu. “Awalnya hanya mengoleksi. Dari situ, saya mencoba melakukan penawaran ke pihak lain. Siapa tahu, akik-akik koleksi saya ini, laku dijual meski dengan keuntungan yang tidak seberapa,” tuturnya pada awak media. Mengawali dunia komersial batu akik, Samsul mengaku hanya mendapatkan keuntungan sangat
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Bincang Bisnis dan Usaha - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger